Pura Pulaki, Kec. Gerokgak, Buleleng

Sabtu, 13 Maret 2010




Tempat Moksah Sri Patni Keniten

PURA Pulaki ini bedekatan dengan Pura Dalem Melanting yakni pantai utara Pulau Bali, termasuk Desa Banyupoh, Kecamatan Grokgak, Kabupaten Buleleng. Pura atau Khayangan ini disamping sebagai tempat suci untuk memuliakan dan memuja Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) dalam perwujudannya (manifestasi)-Nya. Pura ini juga sebagai tempat memuliakan dan memuja arwah suci dari Sri Patni Kaniten- salah seorang istri dari Danghyang Nirartha yang diberi gelar "Bhatari Dalem Ketut". Pembangunan Pura Pulaki ini ada kaitannya dengan perjalanan Danghyang Nirartha seperti halnya Pura Dalem Melanting. Di dalam Dwijendra Tattwa mengenai asal mula berdirinya pura atau khyangan pulaki disebutkan: Pada waktu itu istri Danghyang Nirartha Sri Patni Kaniten yang berasal dari Blambangan bergelar Mpu Istri Ktut dalam keadaan payah menyembah Danghyang Nirartha dan berkata, "Mpu Danghyang, dinda tidak kuasa lagi melanjutkan perjalanan dan rasanya ajal hamba sudah tiba, karena itu ijinkanlah dinda sampai disini saja mengiringi Mpu Danghyang.


Identifikasi dan Daya Tarik 
Lingkungan Pura Pulaki dibangun di atas tebing berbatu dan langsung menghadap ke laut. Sebelumnya lingkungan pura ini wujudnya sangat sederhana, akan tetapi setelah direnovasi dan diperluas dengan menggunakan bahan batu lahar dari Gunung Agung. Lingkungan Pura ini kelihatan sangat agung dan sesuai dengan namanya yaitu Lingkungan Pura Agung Pulaki Daya tarik lingkungan pura ini yang menonjol adalah lokasi dan lingkungan pura. Bukit terjal yang berbatu dan kering serta laut membentang di depannya danbukit tidak jauh di sebelah baratnya yang berbentuk tanjung kecil memberikan suasana yang sangat menarik. Kera-kera yang hidup di sekitar pura ini, sering berkumpul di halaman pura karena adanya makanan yang diberikan oleh para pengunjung, menambah daya tarik lingkungan pura ini.
Lokasi
Lingkungan Pura Pulaki terletak di Desa Banyupoh Kecamatan Gerokgak, 53 km sebelah Barat Singaraja. Lingkungan pura ini terletak di pinggir jalan raya jurusan Singaraja-Gilimanuk dan oleh karenanya sangat mudah dicapai oleh segala jenis kendaraan bermotor.


Fasilitas
Terdapat tempat parkir yang cukup luas, terutama dimaksudkan untuk tempat parkir bagi para pengunjung yang akan melakukan sembahyang di saat odalan di lingkungan Pura Pulaki. Terdapat pula warung-warung kecil di sekitar tempat parkir yang menjual makanan dan minuman. Tidak jauh dari Lingkungan Pura Pulaki terdapat beberapa rumah penginapan.

Deskripsi
Lingkungan Pura ini disamping sebagai tempat suci untuk memuliakan dan memuja Sang Hyang Widhi Was (Tuhan Yang Maha Esa) juga sebagai tempat memuliakan dan memuja arwah suci dari Cri Patni Kaniten, salah seorang istri Dang Hyang Nirartha yang diberi gelar Bhatari Dalem Ktut." Dikatakan pembangunan lingkungan Pura Pulaki ini ada hubungannya dengan perjalanan Danghyang Nirartha. Lingkungan Pura Pulaki ini sesungguhnya merupakan satu komplek yang terdiri dari lingkungan Pura Agung Pulaki dengan beberapa pesanakannnya yaitu lingkungan Pura Melanting, lingkungan Pura Kertha Kawat, Lingkungan Pura Pabean dan LIngkungan Pura Pemuteran. Pura-pura pesanakan ini terletak 8tidak jauh dari lingkungan Pura Agung Pulaki yang dapat dikatakan mengelilingi Pura Pulaki dengan jarak masing-masing sekitar satu setengah km. Apabila tiba waktunya "odalan" di lingkungan Pura Pulaki ini maka keseluruhan lingkungan pura-pura ini merupakan satu kesatuan upacara dengan pengertian seorang umat setelahmelakukan persembahyangan di lingkungan pura-pura pesanakannya. Lingkungan Pura Melanting, sebagai salah satu pesanakan lingkungan Pura Agung Pulaki, setelah direnovasi kelihatan sangat agung, bahkan secara fisik kelihatan lebih megah daripada lingkungan Pura Agung Pulaki, akan tetapi dari kedudukannya sebagai pura Pesanakan. Lingkungan Pura Melanting yang ada kaitannya dengan kemakmuran khususnya yang beraspek perdagangan sehingga lingkungan Pura Melanting banyak dikunjungi oleh para pengusaha, pedagang, untuk bersembahyang dan membawa aturan. Di lingkungan Pura Pemuteran, terdapat air panas yang banyak dikunjungi baik oleh penduduk lokal maupun wisatawan.




1 komentar:

andre mengatakan...

Wah, it's my home., good job...

Poskan Komentar